Konsep Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia

Konsep Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia – PAUD.net. Masyarakat kini telah menyadari betapa pentingnya pendidikan yang dilakukan sejak dini, lembaga formal untuk pendidikan sejenis ini pun bermunculan. Dengan tujuan untuk mengoptimalkan proses pertumbuhan dan perkembangan baik itu dalam hal intelektualitas maupun emosional, pemerintahpun meresmikan Pendidikan Anak Usia Dini ini. saat ini lembaga semacam PAUD ini mulai bermunculan dan merambah di Indonesia, baik itu di daerah perkotaan bahkan di daerah pedesaan. Pendidikan anak usia dini memang memerlukan perhatian khusus, karena jalur pendidikan ini merupakan awal pendidikan yang paling berpotensi dalam mengembangkan kemampuan anak (IQ maupun EQ anak).

konsep pendidikan paud di Indonesia

Definisi Anak Usia Dini

Sesuai dengan namanya, pendidikan anak usia dini menurut UU No. 20 bab 1 pasal 1 ayat 14 tahun 2003 merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai anak usia 6 tahun dengan memberikan rangsangan pendidikan untuk mebantu pertumbuhan serta perkembangan jasmani maupun rohani agar nantinya anak tersebut memiliki kesiapan menuju pendidikan lebih lanjut. Intinya pendidikan anak usia dini merupakan suatu pendidikan anak yang berusia 0-6 tahun sebagai suatu persiapan dalam memasuki pendidikan formal lanjutan (SD dan setingkatnya). Anak pada usia ini merupakan tahapan anak yang disebut sebagai golden age, yang artinya masa keemasan. Maksudnya adalah masa dimana pertumbuhan dan perkembangan baik otak ataupun tubuh mengalami perkembangan dengan pesat, tentunya pengoptimalan pertumbuhan dan perkembangan tersebut juga dipengaruhi oleh asupan gizi serta stimulasi yang seimbang.

Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia

Pendidikan anak usia dini yang dilakukan dalam jalur formal dapat berupa TK (Taman Kanak-kanak), TB (Taman Bermain), Raudhatul atfal (RA), atau lembaga yang sejenisnya. Lembaga-lembaga tersebut memiliki tujuan PAUDmenurut Yuliani Nurani Sujiono yakni agar anak mempercayai adanya tuhan, agar anak mampu mengelola dengan baik keterampilan tubuhnya, mampu menggunakan bahasa (pasif maupun aktif) dan berkomunikasi secara efektif, mampu berfikir logis, mampu mengenal lingkungan alam dan lingkungan lainnya, dan agar mampu memiliki kepekaan terhadap berbagai asfek.

Konsep pendidikan anak usia dini ialah meningkatkan serta mengembangkan kemampuan anak baik secara potensi, skill, kecerdasan, keratifitas, sosial, maupun asfek-asfek lainnya yang mendukung tingkat intelektual maupun emosi anak. Konsep seperti ini dapat diterapkan dengan baik jika pembelajaran atau pengajaran yang diterapkan pada lembaga sejenis PAUD ini melalui berbagai prinsip seperti pembelajaran diorientasikan untuk kebutuhan anak itu sendiri bukan berdasarkan keinginan pengajar, pembelajaran dilakukan melalui sebuah permainan sehingga anak tidak merasa bosan (anak usia dini cenderung sulit untuk diajak kerjasama, permainan merupakan suatu kegiatan yang paling mereka sukai tentunya), pembelajaran dilakukan pada lingkungan yang kondusif dan lingkungan yang mendukung (perhatikan situasi serta kondisi lingkungan maupun anak), teknik pembelajaran menggunakan teknik pembelajaran terpadu (lakukan pembelajaran melalui tema), pengembangan berbagai kecakapan hidup (pembiasaan), dalam pembelajaran menggunakan berbagai media yang mendidik dan sumber belajar yang baik (media tersebut dapat dibuat dari berbagai jenis barang yang tersedia maupun hasil karya sendiri).

Konsep yang diterapkan dalam keilmuan PAUD ini bersifat Isomorfis, yang berarti pengajaran yang diberikan atau kerangka yang diterapkan dalam pembelajaran ini merupakan gabungan dari berbagai interdisiplin ilmu seperti fisiologi, psikologi, ilmu pendidikan anak, antropologi, kesehatan, humaniora, gizi, dan neuro sain (ilmu perkembangan otak manusia). Maksudnya dalam pembelajaran atau pendidikan yang diberikan oleh pengajar terkandung disiplin ilmu-ilmu tersebut.

Sumber bacaan:

  • Muhajidah Rapi, SH, Konsep Pendidikan Anak Usia Dini.

Resource: http://www.paud.net/artikel/konsep-pendidikan-anak-usia-dini-di-indonesia/

Comments

comments