Monthly Archives: January 2017

Inilah Sumbangsih Ilmuwan Diaspora untuk Pendidikan

Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) siap mendukung upaya pemerintah mengembangkan bidang pendidikan di Indonesia. Pendidikan merupakan pilar utama dalam menciptakan generasi yang cerdas, baik dari sisi moral maupun ilmu pengetahuan. Untuk merealisasikan hal itu, I-4 telah menginisiasi dilakukannya kegiatan rutin berupa I-4 Talks dan kuliah online.

Juru bicara Divisi Media I-4, Muhammad Nurwegiono mengatakan, sejak dideklarasikan Juli 2009 I-4 sudah melakukan pendekatan ke Pemerintah Indonesia. Namun, hingga kini belum ada undangan resmi dari elemen Pemerintah Indonesia untuk melakukan diskusi agar I-4 bisa menyampaikan dukungannya kepada Pemerintah Indonesia.

“Kami siap memberikan dukungan dari berbagai bidang yang diperlukan Indonesia, mulai dari pendidikan, ekonomi, dan tata kota, atau bidang lain yang diperlukan Pemerintah Indonesia. Tapi yang paling kami inginkan dalam waktu dekat adalah dari sisi pendidikan dan tata kota,” katanya.

Ilmuwan

Dia mengatakan, I-4 Talks dan kuliah online dilaksanakan secara rutin melalui teleconference sejak 2013 dan masih terus dijalankan sampai sekarang. Kegiatan ini mendatangkan pembicara yang profesional di bidangnya serta teruji kecakapannya di dunia internasional dengan topik yang sedang hangat. Kedua program itu diselenggarakan setiap bulan minimal dua kali. I-4 bermitra dengan Radio PPI Dunia yang mana peran radio ini bisa membantu menjangkau semua pendengar baik di Tanah Air maupun di luar negeri yang terhubung dengan internet.

Menurut dia, saat ini banyak universitas di Indonesia yang ingin diadakan I-4 Talks dan kuliah online secara live di kampusnya. Karena, mereka mendapatkan ilmu dari orang-orang yang ahli di bidangnya dengan gratis. Setiap kali diadakan kegiatan rutin I-4 Talks dan kuliah online, banyak yang mengikutinya secara live streaming video, baik dari Indonesia maupun luar negeri. Untuk menindaklanjuti hal tersebut, dalam dua bulan ke depan, rencananya I-4 akan membuat program baru yang bernama I-4 Talks goes to campus.

“Mereka bisa aktif bertanya kepada narasumber atau pembicara. Kami tak hanya membahas topik yang sifatnya penelitian, tetapi juga sampai ke topik mengenai bagaimana mendapatkan beasiswa ke Eropa, Amerika Serikat (AS), dan lain-lainnya,” ujar Muhammad.

Inilah sebagai salah satu wujud keinginan besar dari para mahasiswa yang ingin kampusnya dihadiri oleh I-4 untuk sharing knowledge dari para ilmuwan di luar negeri. I-4 berisi para ilmuwan, peneliti, dan dosen yang menghasilkan berbagai riset, yanng tinggal di luar negeri, baik untuk bekerja, tinggal menetap, dan sebagainya. I-4 dideklarasikan pada simposium internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Den Haag pada Juli 2009.

Sejak didirikan, I-4 telah dan terus melakukan sosialisasi melalui seminar hingga workshop ke berbagai kota di Indonesia, seperti Jakarta, Medan, Makassar, Yogyakarta, Aceh, Jayapura, dan kota-kota lainnya hingga ke Malaysia, Mesir, Korea, Taiwan, Jepang, Swedia, Berlin, Paris, dan London. I-4 aktif dengan berbagai kegiatan baik secara offline maupun online hingga kepengurusan saat ini yaitu Dessy Irawati yang merupakan Ketua Umum I-4 periode 2013-2015. (Reportase: Tiffany Diahnisa)

Sumber http://swa.co.id/swa/trends/management/inilah-sumbangsih-ilmuwan-diaspora-untuk-pendidikan

Solusi Computational Thinking untuk Hadapi Pendidikan Global

Dari banyak survei yang dilakukan sejumlah lembaga kredibel internasional, ternyata kondisi sistem pendidikan negara kita kurang ideal, karena masih berada di urutan bawah. Sistem pendidikan di Indonesia saat ini dinilai belum mampu menjawab tantangan masa depan yang penuh persaingan dan kompleks.

“Perkembangan dunia pendidikan sangat cepat, karena itu Indonesia harus menyesuaikan kurikulum agar dapat bersaing di era global. Sekolah harus mampu mempersiapkan anak didik menghadapi dunia nyata yang penuh masalah agar siap dalam persaingan global,” kata pakar pendidikan Indra Charismiadji dalam seminar ‘Computational Thinking, A Global Trend in Education- Seminar and Workshop for School Leaders di Jakarta (13/10/2016).

sampoerna-university-swa-ol

Menurut Indra, salah satu cara mengatasi ketertinggalan pendidikan Indonesia dengan menerapkan STEM (Science, Technology, Engineering, and Math), sebuah model pembelajaran populer di dunia yang efektif dalam menerapkan pembelajaran tematik integratif karena menggabungkan empat bidang pokok dalam pendidikan, yaitu ilmu pengetahuan, teknologi, matematika, dan enjinering.

“Metode STEM mengajak siswa untuk mengintegrasikan mata pelajaran dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran melibatkan 7 keahlian utama bagi siswa abad 21, yaitu, kolaborasi, kreatif, berpikir kritis, komputerisasi, pemahaman budaya, dan mandiri dalam belajar serta berkarier,” jelas Indra.

Saat ini materi kurikulum STEM telah dipersiapkan untuk di sekolah-sekolah dalam negeri. Kurikulum tersebut mengajarkan anak didik tentang ‘computational thinking’. Artinya, bukan sekadar belajar menekan tombol, melainkan belajar memecahkan masalah dengan teknologi atau berpikir layaknya komputer.
“Di Indonesia harus menyadari bahwa dunia pendidikan sangat berubah. Yang tadinya dengan kertas, kapur, dan buku, kini harus mampu menyesuaikan teknologi,” ujar Indra. Itulah sebabnya, sekolah yang menerapkan keterampilan computational thinking akan menjadi barometer bagi sekolah lain dan mampu bersaing dan menjadi pemimpin dalam penerapan pembelajaran abad 21.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala Pengembangan Mahasiswa Sampoerna University, Eddy Henry, menjeaskan, computational thinking merupakan sebuah pendekatan yang diyakini dapat menjadi salah satu solusi dalam menjawab tantangan masa depan, dengan lebih cermat dan terukur.

“Sejauh ini Sampoerna Academy dan Sampoerna University telah mengimplementasikan metode Pendidikan Abad 21 melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts dan Math (STEAM) yang mengedepankan computational thinking,” ucap Eddy mengklaim.

Eddy menjelaskan, pendekatan STEAMi sudah diperkenalkan sejak taman kanak-kanak (TK) dan tingkat sekolah dasar (SD) melalui pengajaran dan permainan yang mendorong mereka untuk mampu memecahkan masalah sederhana.

Nah, untuk tingkat pendidikan menengah hingga perguruan tinggi, siswa akan diberikan tingkat pemecahan permasalahan yang lebih kompleks. Mereka juga diperkenalkan bagaimana memanfaatkan alat bantu seperti komputer dan perangkat digital sesuai tujuannya.

“Saya percaya penerapan computational thinking mampu menyiapkan para siswa untuk menghadapi kebutuhan kerja di masa depan dan meraih kesuksesan di era globalisasi,” tegas Eddy. (***)

Sumber http://swa.co.id/swa/trends/solusi-computational-thinking-untuk-hadapi-pendidikan-global

SGM Luncurkan Kampanye Program Makan Sehat untuk Anak PAUD

sgm

Kita mengenal tahun emas pertumbuhan anak adalah pada lima tahu pertama. Di masa ini penting memperhatikan asupan yang seimbang agar pertumbuhan anak tumbuh optimal. Generasi yang tumbuh optimal dan cerdas tentu sangat penting bagi bangsa ini karena ditangan mereka lah masa depan bangsa ini berada. Apalagi ditemui kenyataan, asupan sayur dan buah pada anak usia dini makin tidak memenuhi porsi makan sehat.

Mengutip Peraturan Kementerian Kesehatan RI No 41 tahun 2014 bahwa porsi buah dan sayur sekali makin harus cukup 50 persen. Sayangnya data hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) di tahun 2007 dan 2013 menunjukkan prevalensi perilaku masyarakat Indonesia yang mengonsumsi buah dan sayur dalam jumlah kurang, stagnan pada kisaran angka 93,5-93,6 persen. Sangat rendah. Maka itulah diperlukan dukungan semua pihak memperbaiki pola makan masyarakat yang tidak seimbang itu, melalui edukasi konsumsi buah dan sayur sejak dini.

Peduli akan hal ini, PT Sarihusada Generasi Mahardhika melalui susu pertumbuhan SGM Eksplor dengan Buah & Sayur meluncurkan program Kebiasaan Makan Sehat pada anak usia dini dengan nama kampanye PAUD Healthy Eating Habit. PAUD adalah Pendidikan Anak usia Dini, yang merupakan program pendidikan dasar anak dibawah lima tahun. Ini merupakan rangkaian program meliputi penyediaan makanan bergizi, buah-buahan dan sayur mayor, serta susu pertumbuhan SGM Eksplol Buah&Sayur bagi anak didik di PAUD. Ada enam PAUD sekitar Jabodetabek sebagai tahap awal.

Anna Surti Ariani, S.Psi. M.Si, psikolog, menuturkan, kurangnya asupan buah dan sayur itu bisa jadi justru karena feeding styles atau cara pemberian makan oleh orang tua yang salah. “Orang tua yang memaksakan makan buah dan sayur itu justru membuat anak trauma dan sikap orang tua yang terlalu mudah menyerah saat anaknya menolak buah dan sayur pun membuat anak akhirnya tidak biasa makan seimbang. Penting bagi orang tua memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan cara pemberian makan yang tepat bagi anak,” ujarnya.

Untuk itulah program PAUD Healthy Eating Habit ini hadir. Selain di enam PAUD Jabodetabek terpilih untuk kampanye ini, Diana Beauty, Brand Manager SGM Eksplor Buah & Sayur menuturkan agar kampanye makan seimbang buah dan sayur lebih meluas, program ini menggunakan media sosial melalui Facebook Fanpage SGM dan Youtube. “Di PAUD kami memperkenalkan snack dari buah dan sayur, kegiatan menanam sayur, memperkenalkan buah dan sayur melalui dongeng, gerak dan lagu agar anak-anak pun senang,” ujar Diana. Selain itu para orang tua murid PAUD pun mendapat edukasi tentang feeding style yang tepat.

Diana menegaskan meski SGM memiliki varian produk susu SGM Eksplor Buah & Sayur, bukan berarti asupan dan kebutuhan akan buah dan sayur bisa digantikan oleh susu ini. “Kebutuhan 50 persen akan buah dan sayur harus dipenuhi, akan lebih maksimal hasilnya jika ditambah minum dua gelas susu se hari,” ujarnya. Minum susu tetap tidak boleh berlebihan. Joris Bernard, Brand Business Unit Director Sarihusada menambahkan, PAUD Healthy Eating Habit Program merupakan bagian dari komitmen pihaknya menjadi mitra bagi orang tua di Indoensia dalam menyediakan nurtisi untuk pertumbuhan anak. “Kami ingin membuktikan bahwa makan buah dan sayur bisa menyenangkan jika dilakukan bersama-sama dan dengan cara yang tepat,” imbuhnya. Program ini diluncurkan sejak awal September hingga 15 Oktober 2016. Pada puncak acara SGM akan mengajak orang tua terpilih dari keenam PAUD tersebut untuk ikut piknik bersama ke Taman Buah Mekarsari, Bogor.

sumber.

http://swa.co.id/swa/trends/sgm-luncurkan-kampanye-program-makan-sehat-untuk-anak-paud